Sep 28, 2015 - Uncategorized    No Comments

Mau dan Bisa

Dulu saat salah seorang sahabat saya masih nge-kost di daerah kramat, saya sering anter jemput dia, karena memang dekat antara rumah saya dan kost-nya.

pernah suatu malam saat kami ada acara ke luar, gw ngelewatin tukang nasi goreng di jalan depan kost dia. dan nasi gorengnya rame.

karena gw suka street food, gw putuskan gw kapan-kapan akan ke sini sendiri. Pada hari kerja, gw suka makan sendiri. Berbeda dengan orang-orang lain, yang takut kalau di tempat umum makan sendiri, gw menikmati kesendirian gw saat makan. Gw tidak perlu memikirkan topik basa-basi saat makan. gw bisa makan dengan intensitas kecepatan yg gw inginkan, yang adalah cepet banget. Gw bisa makan mie hanya dalam waktu 10 menit, setelah itu gw bisa langsung pergi sesuka hati gw. Gw orang introvert yang menikmati suasana yang sepi dan tenang, dan gw mencintai efisiensi. Makan sendiri tidak perlu menunggu orang itu datang, dan tidak perlu menunggu orang tersebut selesai makan.

Kecuali dengan keluarga gw dan dengan teman-teman baik gw, tentu saja gw menikmati kebersamaan dengan mereka.

well kebiasaan gw ini kadang menimbulkan masalah. kadang ketauan sama sahabat gw ini, gw makan di tempat yg direkomendasikan dia dan deket banget ama kost dia, tapi kok gak bilang-bilang dan gak ngajak-ngajak dia. Jadi gw parkir mobil gw, pesen ke engko-nya, eh pas mau duduk di meja, ada sahabat gw udah duduk. salah tingkah deh gw.

tapi gw bersyukur sih sama sahabat gw yg satu ini. gw ama dia ini beda banget. gw orang pagi, dia orang malem. gw orangnya gak suka haha hihi, dia suka haha hihi. tapi dia itu mau menyesuaikan diri ama gw. Yang sebenarnya gw baru sadari akhir-akhir ini.

Misalkan jalan ke mall, kalau udah jam 8 malem, dia yang akan bertanya : “loe udah ngantuk yah neng? mau pulang?”. Dan dengan senang hati, gw akan jawab : “Iya, pulang aja yah neng.”

Dia juga mau negor gw kl salah.

Dan kalo gw lagi keras banget, orang-orang biasanya cenderung mundur dari gw,tapi dia mau ngelawan gw yg lg keras itu, sehingga akhirnya gw melunak. Orang keras seringnya butuh digituin.

nah saat ketauan gw makan di tempat rekomendasi dia, dan dia lg di situ, gw kan jadi duduk bareng duduk. terus sambil senyum-senyum gw bilang : “gw udah kepikiran sih mau nelp loe tadi neng, ngajak makan di sini.tapi gak jadi.” Dan dia gak mengucapkan kata protes sedikit pun.

dan setelah sedikit ngobrol, dia bilang gini “gw lagi nunggu temen gw neng, gapapa kan yak duduk bareng kita?”. Gw sebenarnya agak bingung sih kenapa dia musti nanya gitu, emang apa salahnya duduk bareng?

Dan ternyata gw pernah ngomong gini ama dia : “gw gak suka jalan banyakan. gw sukanya jalan berdua ama orang. gak efektif kalo jalan banyakan, gak bisa ngobrol intens. paling haha hihi doank.”

walau sebenarnya gak masalah yah saat itu, itu kan cuma makan bentar doank, dan dia juga udah janji duluan ama orang itu.

I am a orang yg nyentrik. Di satu sisi gw bisa sangat sabar dan lembut, tapi di satu sisi dan di satu kejadian, gw bisa sangat keras.

orang gak bisa sekali negor gw, di kesempatan pertama gw akan langsung tangkis. dan orang seringkali menyerah pada kesempatan pertama, tapi gw mengenali diri gw sendiri. Saat pertama nangkis, kalau orang itu tidak menyerah dan negor untuk kedua kalinya, biasanya gw akan lebih menerima.

Ada beberapa orang yang mau dan bisa menyesuaikan diri dengan kita. ada beberapa yang mau, tapi tidak bisa menyesuaikan. Dan ada beberapa yang bisa, tapi tidak mau menyesuaikan.

Ada orang-orang yang tidak mengerti dan bertanya-tanya, dan akhirnya menguji dan mencoba kita, dan hasilnya false positive, karena konteks dan latar belakangnya tidak dimengerti.

Tapi untuk “mau” dan “bisa”, adalah hak seseorang, yang tidak bisa kita minta. Jika “tidak mau”, atau “tidak bisa” bukan berarti orang itu jahat, sekedar preferensi saja.

Sep 28, 2015 - Uncategorized    No Comments

Jackpot day

Kemarin adalah hari yg sangat aneh :
1. mobil gw aki-nya soak, karena lampu hazzardnya lupa dimatikan. ini kali kedua mengalami masalah mobil di kokas. gw gak inform dan minta tolong ama keluarga gw, soalnya mereka akan panik. jadi gw telp aja astra world. tinggal dijumper juga soalnya. orangnya dateng, cuma 15 menit dah beres.
2. a glimpe of sa***ss.
3. pintu ruangan gereja jatuh menimpa seorang jemaat, dan kejadiaannya terjadi di depan mata gw. kejadiannya itu hanya berlangsung dalam sekian detik saja. ada yg sempa teriak, sedangkan gw refleksnya lamban kali yah, gw cuma kayak ngeliat in slow motion, sambil cengo.
4. ketemu senior PMK gw pas kuliah S1 pas ibadah.
5. di tengah ibadah, gw merasa mendapat konfirmasi mengenai suatu pelayanan yang gw ingin ikuti. tapi jika gw ikut pelayanan ini, gw perlu mengundurkan diri dari pelayanan sekarang. dan sepertinya akan jauh lebih hectic sih. di mana gw gak sanggup. I am currently exhausted and burned out. pengen berontak dan menolak sih, tapi gimana yaaah. sebentar lagi mau nelp PIC-nya sih. Kalau memang ternyata butuh, berarti betul konfirmasinya.

I need vacation, tapi serba salah, nanti akan kangen banget sama para keponakan, pengen cepat pulang pasti… dan para keponakan sepertinya akan kangen juga. seminggu gw di jogja, pulang-pulang the 1st prince kurusan soalnya. every day gw kan gendong dia, jadi gw hafal persis ukuran pinggang dia tuh kayak apa.

anyway, postingan ini gw tutup dengan quote :
keledai takkan pernah jatuh dua kali pada lubang yg sama

Sep 9, 2015 - Uncategorized    No Comments

Struktur

Pernah ada pembicara luar negeri gereja saya yang bilang : yang kita perlu lakukan hanya menyiapkan strukturnya, setelah strukturnya jadi nanti Tuhan yang akan mengisi alirannya.

Kemaren pas pertemuan para pemimpin di gereja kami, diutarakanlah statistika pengunjung gereja. Ada sekitar kenaikan 100% pada sekitar tahun 2013. Dan katanya itu karena kami pindah dari ruangan lama ke ruangan lain yang ukurannya lebih besar 3x lipat.

Dan itu membuat gw terkagum-kagum. Alasannya hanya simple : ruangannya lebih besar, mengakibatkan jemaat yang datang lebih banyak.

Dan itu membenarkan kalimat di awal tadi : yang kita perlu lakukan hanya menyiapkan strukturnya, nanti Tuhan yang akan kasih aliran.

Ini akan gw terapkan di perusahaan gw, gw akan menyiapkan strukturnya : SOP, sistem, dll. Nanti Tuhan yang akan menyediakan alirannya.

Sep 9, 2015 - Uncategorized    No Comments

Cerita bersambung

Kelanjutan dari cerita ini : http://uyuh.com/?p=4138

Taukah Anda bahwa keesokan paginya banyak email dari lead/prospek yang masuk?

Awesome yah. Sering dapet honor cuma-cuma pula. Mulai cuma datang presentasi, dikasih honor, jadi juri dikasih honor, ikut training dikasih honor. God is so good lah.

Sep 7, 2015 - Uncategorized    No Comments

Jenuh, exhausted

Gw lagi jenuuuh banget sama pelayanan. Gw sih jujur aja yah. Gw merasa seperti Martha yang sangat sibuk, gw cuma pengen jadi Maria aja.

Gw pengen ambil sabbatical time…. Pengen undur dari 1 pelayanan. I am exhausted. Terlalu sering ke gereja.

Gw sekarang mengurangi banget kegiatan gereja.

Tuhan memperbesar kapasitas gw, dan gw ingin protes rasanya.

Mazmur 32:4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas.

Tuhan, aku lelah, sangat lelah. Aku jenuh ya Allah, segarkan jiwa dan rohku ya Tuhan. Seperti rusa merindukan sungai-Mu, seperti itu jiwaku merindukan Engkau. Lebih dari para penjaga mengharapkan fajar pagi, aku menanti-nantikan Engkau ya Tuhan. Aku mengasihi Engkau Tuhan, lebih dari aku mengasihi apapun dan siapapun di seluruh dunia ini.

Aug 19, 2015 - Uncategorized    1 Comment

More and more

Sekitar 1-2 bulan yang lalu, ada uang perusahaan yang ditarik sebagai dividen yang masuk ke kas pribadi gw. Yang notabene itu ‘kena’ perpuluhan. Itu jumlahnya besar banget bagi gw.

But anyway, karena ada kesalahan input accounting oleh staf gw, sehingga berimplikasi gw jadi lalai dan mengundur-ngundur ngembaliin perpuluhan tersebut. Dan juga karena nilainya cukup besar, gw mungkin agak reluctant. Dan juga pajak utk dividen itu 10%. Yang karena nilainya besar, maka 10% nya juga besar. Jadi total sekitar 20% kan bok.

Dan sekitar 2-3 minggu yang lalu di gereja, khotbahnnya itu ngena banget ke gw. Gw sama sekali tidak berniat untuk tidak mengembalikan perpuluhan tersebut, tapi gw memang menunda-nunda dan lalai.Dan juga kerjaan kantor lg buanyak banget.

Setelah meniatkan mau transfer, tiba-tiba gw merasa Tuhan pengen gw menyalurkan ke hal lain. dan gw musti bergumul dan berdoa donk, apakah itu suara Tuhan, suara gw, atau suara yg lain. And it takes time.

Akhirnya setelah merasa mendapatkan konfirmasi, pagi ini setelah bangun, gw menatap layar komputer gw yg menampilkan form login internet banking. Berat sih jujur aja. Walau gw dari SMA rutin dan disiplin dan tidak ada lagi mikir-mikir utk ngembaliin perpuluhan. Tapi yang ini berat karena nilainya besar.

Saat menatap login form itu, gw merasa setelah gw transfer akan lemas gitu.

Jadi saya login, memasukkan nilai yg akan ditransfer, nyalain key, dsb. Tekan button confirm, dan transaksi itu submitted.

Dan segera sesaat transaksi itu confirmed and submitted, i was crying. Spontan dan refleks gw nangis. Gw gak kepikiran bahwa setelah transfer gw akan merasa terharu. Tapi gw terharu banget, nangis sesenggukan. Refleks lho, tanpa dipikir. Dulu gw pernah berdoa begini : “Tuhan berkati aku berlimpah-limpah, jadi biar nanti perpuluhannya akan semakin besar.”

Gw terharu karena gw tidak pernah berpikir akan ngembaliin perpuluhan sebesar itu. Sebenarnya kita bisa lihat sebagai 2 sisi : gw kehilangan X rupiah karena mengembaliin perpuluhan. Tapi kita lupa sebenarnya kita telah diberkati 10X rupiah.

Anyway, I am so happy. Ketika kita melakukan semua yang tertulis di Alkitab, kita akan selalu mendapat pengenalan yang lebih lagi mengenai Allah.Jika Tuhan bilang : Beri, maka kamu akan diberi. Dipraktekkan saja. Jika Tuhan bilang agar kita mengampuni, taat dan praktekkan saja. Jangan pernah puas dengan pengenalan dan pengalaman kita dengan Tuhan.

Lord, I want more of You in my life.

Apr 18, 2015 - Uncategorized    No Comments

#2 Priority

Hari ini Sabtu, lalu ngobrol dikit ama adek gw. Masa dia bilang : tumben loe gak kemana-kemana? Biasanya gak pernah ada.

LOL. Kaget gw denger gitu. Mungkin karena minggu lalu gw ke Lombok yah, dan weekend di sana. Jadi kesannya gw gak pernah ada. Padahal gw udah 2x gak ikut huddle berturut-turut :D

Gimana coba kl tuh semua event gereja gw jabanin satu-satu.

Anyway, my family is my number 2 priority. 1st is God.

Gereja itu urusan sekian. I will always prefer to my family than my church related events.

Apr 16, 2015 - Uncategorized    No Comments

God is our provider

Saya punya 2 keponakan yang lagi lucu-lucunya. Nah biasanya kalau lapar kan mereka menangis. Selagi menangis biasanya ASI-nya kan dipersiapkan misal dihangatkan, dsb. Jadi perlu waktu untuk mempersiapkan susunya.

Selama mereka menangis, biasanya gw gendong, dan kasiiiiaaaan banget kl ngeliat+ngedenger mereka nangis. BIasanya I hold them tight, and gw hibur-hibur dengan kata-kata seperti :
“Aunty sayang banget ama Moses, sabar yah.”
“Mau apa sayang? Cabar sayang. Nael lapar yah”

Dan sambil gw usap-usap kepala mereka, bahkan gw menyanyikan lagu buat mereka. Biasanya lagu Madekdek Magambiri. Yang liriknya itu ada kalimat yang mengatakan bahwa : suaramu lebih mengenyangkan daripada makanan.

Intinya adalah gw gak tegaaaa banget kl mereka udah nangis kelaparan. I’ll do anything to cheer them up.

Nah itu gw tarik ke hubungan kita sama Tuhan. Kita yang manusia aja ngeliat anak kecil gak tega kelaperan, apalagi Tuhan tidak akan pernah tega melihat kita kelaparan.

Jadi soal makanan, kita tidak perlu khawatir. Jehovah Jireh. God is our Provider.

Apr 16, 2015 - Uncategorized    No Comments

Trusted by God

Beberapa hari yang lalu saya cerita kalau di kantor nanti akan ada training untuk orang dari negara Bhutan ke adik-adik saya. Lalu mereka berkomentar : wah keren donk, kantor loe udah go international.

Lalu saya pikir-pikir, bener juga yah jadi sudah go international. Sebenarnya sudah pernah kasih training ke orang Yaman dan Vietnam. Mereka jauh-jauh dari negaranya ke Indonesia untuk training di kantor kami.

Kami bersyukur untuk kebaikan dan kepercayaan Tuan dalam hidup kami.

Apr 16, 2015 - Uncategorized    No Comments

Jangan panik

Kemarin saya ke Lombok, ada cerita menarik saat saya snorkeling.

Saya gak pernah snorkeling yang di tengah pantai, paling pinggir pantai.

Saya bisa berenang, tapi tidak bisa mengapung dalam posisi tegak vertikal dengan kedalaman air yang lebih tinggi daripada saya.

Tapi karena pakai snorkeling dan pakai pelampung, saya bisa ngambang.

Nah waktu itu saya snorkeling, tapi arusnya sedang deras, saya rada terpisah jauh dari kapal. Saya berenang dan mengayuh tapi karena arusnya deras, gak nyampai-nyampai. Paniklah saya. Dan saya melambai-lambaikan tangan. Akhirnya ditarik dengan sama tour leadernya.

Yang menarik adalah kata Tour leadernya yang bernama Pak Jamanik, dia bilang : jangan panik, tenang tenang…

Lalu dia berbicara panjang lebar : ya pokoknya kalau ada kejadian, saya cuma bilang “jangan panik, tenang tenang, jangan panik”. Terus saja saya ulang-ulang, karena orang kalau panik malah akan semakin membahayakan dirinya sendiri.

Insight yang saya dapat adalah saat kita mengalami suatu ujian, atau suatu kondisi yang menimbulkan stress, kita tidak boleh panik, harus tenang. Kalau tidak segala sesuatunya akan bertambah runyam.

Pages:«1...567891011...161»