Sep 8, 2017 - Uncategorized    No Comments

Disiplin Rohani

Saya sedang kehilangan kasih mula-mula saya untuk Tuhan. And i hate that.

Saya masih membaca firman Tuhan, masih melayani, tapi saya tahu bahwa saya kehilangan kasih mula-mula saya untuk Tuhan.

Saat saya membagikan firman Tuhan di cell group saya, the cell group member merasa “kenyang” dengan apa yang saya sharingkan. Dan hal tersebut semakin membuat saya benci akan situasi ini. Dan saya bahkan protes sama Tuhan : “Tuhan, kenapa orang lain kenyang dengan apa yang aku bagikan, tapi aku sendiri tidak kenyang, it’s not fair.”

Saya tidak tahu kenapa bisa sampai titik ini, mungkin karena hal-hal rohani sudah menjadi aktivitas saya sehari-hari.

Saya tahu yang dibutuhkan untuk pulih, adalah Tuhan untuk memulihkan saya. Ibaratnya sekedar dengan menjentikkan jari, Tuhan bisa memulihkan saya. Tapi di sisi lain, gw tahu bahwa gw semakin dewasa…. Dan saat kita sudah dewasa, ada kedisiplinan rohani tertentu yang perlu kita lakukan.

I long for You O’Lord.

Aug 15, 2017 - Uncategorized    No Comments

Let it go

Salah satu cara untuk semakin menikmati kebebasan kita adalah : mengucap syukur dan ikhlas.

Semakin besar kapasitas kita diperbesar Tuhan, akan semakin banyak ada orang-orang berada di sekitar kita. Semakin banyak orang di sekitar kita, semakin sering pula kita mengalami gesekan.

Saat gesekan terjadi : mengucap syukur, ikhlas and let it go.

Jun 24, 2017 - Uncategorized    No Comments

Saat berlimpah dan saat kekurangan

Minggu lalu gw melakukan transaksi jual beli mobil. Saat ini saya sedang price sensitive.

Minggu lalu saat melakukan transaksi tersebut, ada selisih, yang sebenarnya tidak jauh… nilai yg harus dibayar, lebih besar. Dan hal itu bikin gw ngomel-ngomel panjang lebar. seharian jadi bad mood, dan gw ngomel-ngomel ke orang.

And i regret it.

Banyak orang bilang kita seringkali jatuh saat kita berlimpah harta. tapi ternyata kita bisa juga jatuh saat kita sedang pas-pasan. Saat adanya perbedaan harga, membuat kita ngomel-ngomel ke orang, merebut damai sejahtera kita, dan juga merebut damai sejahtera orang lain.

 

Jun 24, 2017 - Uncategorized    No Comments

Dari Atas Mimbar

salah satu hal yang membuat gw tidak damai sejahtera adalah saat seorang pembawa firman Tuhan, baik itu pendeta, ataupun non pendeta, saat membagikan firman Tuhan, dia menyelipkan kata-kata tegoran atau sindiran untuk orang yang kebetulan hadir saat khotbah tsb.

gw paling ndak suka kl hal itu terjadi, dan minggu kemaren gw hampir melakukan hal itu. dan gw berdoa, agar jangan sampai gw melakukan itu. dan puji Tuhan, akhirnya tidak sampai terjadi.

May 26, 2017 - Uncategorized    No Comments

Dear…

Dear my blog, I love you.

Terima kasih telah menjadi tempat gw curhat kesedihan, kegalauan, sukacita, pencapaian, dan juga kejatuhan.

Ketika membaca ulang beberapa post yang lalu, rasa haru memenuhi gw.

Terima kasih telah menjadi pengingat kebaikan Tuhan dalam hidup gw.

Dear Lord, Thank You for making me starting this blog. I adore You.

May 26, 2017 - Uncategorized    No Comments

The Joy from Heaven

Di gereja gw, sedang ada program baca Alkitab 1 tahun. Malam ini gw baca 1 ayat :

Mazmur 49:20 “Manusia tak dapat terus hidup dalam kemewahan, seperti binatang, ia pun akan binasa.”

terus gw otomatis ngomong gini “Oh iya ya, kl gw mati, gak bawa uang sepeser pun. buat apa donk gw cape-cape kerja”.

Tapi akhirnya gw dapat jawabannya : “Untuk kemuliaan Tuhan”.

Semoga hidup Anda penuh, semoga Anda tiba pada suatu titik dimana Anda merasa bahwa Anda sudah memiliki segala sesuatunya. Jika kita memiliki Tuhan dalam hati kita, maka artinya kita sudah memiliki segala sesuatunya.

Seperti saya merasakan sukacita ini, semoga Anda pun mengalami sukacita tersebut dalam hidup Anda. Sukacita yang datangnya dari Tuhan.

May 22, 2017 - Uncategorized    No Comments

Sunset

Saat duluuuu sekali, gw pernah join dalam komunitas sel.

Pemimpinnya saat itu berkata : “kenapa kita susah sekali mengenalkan pribadi Kristus pada orang tua kita, kakak dan adik kita? Itu karena mereka melihat kehidupan kita sesungguhnya”

Dan saat itu, gw ngangguk-ngangguk, dan menyetujui saat itu.

Lingkaran dalam kita lah yang tahu bagaimana kita sesungguhnya.

Tapiiiii….. Kalau memang Kristus berdaulat atas hidup kita, seharusnya orang tua, kakak, adik, keluarga kita lah yang paling merasakan dampaknya.

Agak percuma, jika kita bisa jadi terang bagi orang lain, tapi keluarga kita sendiri tidak melihat kita membawa terang.

Gw kenal langsung orang yang bilang “shalom, Tuhan memberkati”, sering pelayanan di gereja…. TETAPI dia abusive dengan orang-orang sekitarnya, mukul cucu-nya dengan baskom sampai baskom-nya pecah, main gesper, dsb…

Kita bisa say hello dengan ramah, ngucap shalom dengan orang lain, tapi diam-diaman dengan orang di dekat kita.

Berantem, berseteru dengan orang dekat, itu wajar sekali, tapi seperti di Alkitab bilang, pertengkaran itu selesaikan sebelum matahari terbenam. Setidaknya kita sudah melepaskan pengampunan sebelum matahari terbenam.

Biarlah kita menjaga hati kita, agar Tuhan betah dan menikmati bertahta di hati kita.

May 22, 2017 - Uncategorized    No Comments

Belati

Gw memperhatikan bahwa semakin sering kita punya kesempatan bertemu dengan orang, semakin banyak konflik, ketersinggungan yang bisa terjadi.

Gw melihat langsung bagaimana perkataan orang bisa menyakiti dan menyinggung orang lain. Dan di posisi gw pun di posisi yang kemungkinan besar bisa tersinggung, dan tersakiti.

Kita membutuhkan kapasitas yang besar, saat belati itu menghujam kita, bagaimana kita bisa ikhlas dan legowo, tidak terlalu mudah tersinggung. Menjadi serupa dengan Kristus, itu adalah tujuan anak-anak Tuhan.

Memaafkan, tanpa perlu orang tersebut meminta maaf. Melepaskan pengampunan sebagai “REFLEKS”, bukan lagi sebagai suatu “perjuangan”.

Biarlah Roh Kudus yang berdaulat penuh atas kita, memampukan kita, memberikan kekuatan dan penghiburan bagi kita.

Apr 11, 2017 - Uncategorized    No Comments

Tawar

Saya saat ini lumayan aktif pelayanan di gereja. Dan semakin saya aktif, semakin saya kenal orang kristen lahir baru lainnya, semakin saya menyadari bahwa tidak ada orang yang sempurna.

Gw begitu sering melihat begitu banyak orang yang tidak taat pada Firman Tuhan, untuk hal-hal prinsipal.

Apa gw merasa kecewa? Tidak… Yang gw rasakan lebih ke “mati rasa”.

Tapi gw sadar juga bahwa sebenarnya gw pun sama aja. Masih sering berontak, masih nakal, dsb. Pasti tidak sedikit orang juga merasa ‘mati rasa’ karena gw.

Dan gw perlu sadar bahwa setiap orang pun ingin become better dalam hal ketaatan, terlepas dari penilaian gw.

Issue-nya apa? Issue-nya adalah, gw tidak ingin mati rasa lagi.

Memahami, menerima, dan mengasihi seseorang, tidaklah perlu disertai dengan mati rasa. Mungkin ini yang disebut dengan tawar hati.

Pulihkan aku Tuhan, aku tidak ingin mati rasa lagi.

Pages:«1234567...162»