Aug 19, 2015 - Uncategorized    1 Comment

More and more

Sekitar 1-2 bulan yang lalu, ada uang perusahaan yang ditarik sebagai dividen yang masuk ke kas pribadi gw. Yang notabene itu ‘kena’ perpuluhan. Itu jumlahnya besar banget bagi gw.

But anyway, karena ada kesalahan input accounting oleh staf gw, sehingga berimplikasi gw jadi lalai dan mengundur-ngundur ngembaliin perpuluhan tersebut. Dan juga karena nilainya cukup besar, gw mungkin agak reluctant. Dan juga pajak utk dividen itu 10%. Yang karena nilainya besar, maka 10% nya juga besar. Jadi total sekitar 20% kan bok.

Dan sekitar 2-3 minggu yang lalu di gereja, khotbahnnya itu ngena banget ke gw. Gw sama sekali tidak berniat untuk tidak mengembalikan perpuluhan tersebut, tapi gw memang menunda-nunda dan lalai.Dan juga kerjaan kantor lg buanyak banget.

Setelah meniatkan mau transfer, tiba-tiba gw merasa Tuhan pengen gw menyalurkan ke hal lain. dan gw musti bergumul dan berdoa donk, apakah itu suara Tuhan, suara gw, atau suara yg lain. And it takes time.

Akhirnya setelah merasa mendapatkan konfirmasi, pagi ini setelah bangun, gw menatap layar komputer gw yg menampilkan form login internet banking. Berat sih jujur aja. Walau gw dari SMA rutin dan disiplin dan tidak ada lagi mikir-mikir utk ngembaliin perpuluhan. Tapi yang ini berat karena nilainya besar.

Saat menatap login form itu, gw merasa setelah gw transfer akan lemas gitu.

Jadi saya login, memasukkan nilai yg akan ditransfer, nyalain key, dsb. Tekan button confirm, dan transaksi itu submitted.

Dan segera sesaat transaksi itu confirmed and submitted, i was crying. Spontan dan refleks gw nangis. Gw gak kepikiran bahwa setelah transfer gw akan merasa terharu. Tapi gw terharu banget, nangis sesenggukan. Refleks lho, tanpa dipikir. Dulu gw pernah berdoa begini : “Tuhan berkati aku berlimpah-limpah, jadi biar nanti perpuluhannya akan semakin besar.”

Gw terharu karena gw tidak pernah berpikir akan ngembaliin perpuluhan sebesar itu. Sebenarnya kita bisa lihat sebagai 2 sisi : gw kehilangan X rupiah karena mengembaliin perpuluhan. Tapi kita lupa sebenarnya kita telah diberkati 10X rupiah.

Anyway, I am so happy. Ketika kita melakukan semua yang tertulis di Alkitab, kita akan selalu mendapat pengenalan yang lebih lagi mengenai Allah.Jika Tuhan bilang : Beri, maka kamu akan diberi. Dipraktekkan saja. Jika Tuhan bilang agar kita mengampuni, taat dan praktekkan saja. Jangan pernah puas dengan pengenalan dan pengalaman kita dengan Tuhan.

Lord, I want more of You in my life.

Apr 18, 2015 - Uncategorized    No Comments

#2 Priority

Hari ini Sabtu, lalu ngobrol dikit ama adek gw. Masa dia bilang : tumben loe gak kemana-kemana? Biasanya gak pernah ada.

LOL. Kaget gw denger gitu. Mungkin karena minggu lalu gw ke Lombok yah, dan weekend di sana. Jadi kesannya gw gak pernah ada. Padahal gw udah 2x gak ikut huddle berturut-turut :D

Gimana coba kl tuh semua event gereja gw jabanin satu-satu.

Anyway, my family is my number 2 priority. 1st is God.

Gereja itu urusan sekian. I will always prefer to my family than my church related events.

Apr 16, 2015 - Uncategorized    No Comments

God is our provider

Saya punya 2 keponakan yang lagi lucu-lucunya. Nah biasanya kalau lapar kan mereka menangis. Selagi menangis biasanya ASI-nya kan dipersiapkan misal dihangatkan, dsb. Jadi perlu waktu untuk mempersiapkan susunya.

Selama mereka menangis, biasanya gw gendong, dan kasiiiiaaaan banget kl ngeliat+ngedenger mereka nangis. BIasanya I hold them tight, and gw hibur-hibur dengan kata-kata seperti :
“Aunty sayang banget ama Moses, sabar yah.”
“Mau apa sayang? Cabar sayang. Nael lapar yah”

Dan sambil gw usap-usap kepala mereka, bahkan gw menyanyikan lagu buat mereka. Biasanya lagu Madekdek Magambiri. Yang liriknya itu ada kalimat yang mengatakan bahwa : suaramu lebih mengenyangkan daripada makanan.

Intinya adalah gw gak tegaaaa banget kl mereka udah nangis kelaparan. I’ll do anything to cheer them up.

Nah itu gw tarik ke hubungan kita sama Tuhan. Kita yang manusia aja ngeliat anak kecil gak tega kelaperan, apalagi Tuhan tidak akan pernah tega melihat kita kelaparan.

Jadi soal makanan, kita tidak perlu khawatir. Jehovah Jireh. God is our Provider.

Apr 16, 2015 - Uncategorized    No Comments

Trusted by God

Beberapa hari yang lalu saya cerita kalau di kantor nanti akan ada training untuk orang dari negara Bhutan ke adik-adik saya. Lalu mereka berkomentar : wah keren donk, kantor loe udah go international.

Lalu saya pikir-pikir, bener juga yah jadi sudah go international. Sebenarnya sudah pernah kasih training ke orang Yaman dan Vietnam. Mereka jauh-jauh dari negaranya ke Indonesia untuk training di kantor kami.

Kami bersyukur untuk kebaikan dan kepercayaan Tuan dalam hidup kami.

Apr 16, 2015 - Uncategorized    No Comments

Jangan panik

Kemarin saya ke Lombok, ada cerita menarik saat saya snorkeling.

Saya gak pernah snorkeling yang di tengah pantai, paling pinggir pantai.

Saya bisa berenang, tapi tidak bisa mengapung dalam posisi tegak vertikal dengan kedalaman air yang lebih tinggi daripada saya.

Tapi karena pakai snorkeling dan pakai pelampung, saya bisa ngambang.

Nah waktu itu saya snorkeling, tapi arusnya sedang deras, saya rada terpisah jauh dari kapal. Saya berenang dan mengayuh tapi karena arusnya deras, gak nyampai-nyampai. Paniklah saya. Dan saya melambai-lambaikan tangan. Akhirnya ditarik dengan sama tour leadernya.

Yang menarik adalah kata Tour leadernya yang bernama Pak Jamanik, dia bilang : jangan panik, tenang tenang…

Lalu dia berbicara panjang lebar : ya pokoknya kalau ada kejadian, saya cuma bilang “jangan panik, tenang tenang, jangan panik”. Terus saja saya ulang-ulang, karena orang kalau panik malah akan semakin membahayakan dirinya sendiri.

Insight yang saya dapat adalah saat kita mengalami suatu ujian, atau suatu kondisi yang menimbulkan stress, kita tidak boleh panik, harus tenang. Kalau tidak segala sesuatunya akan bertambah runyam.

Apr 13, 2015 - Uncategorized    No Comments

One Fine Day

I had a great time yesterday.

Exhausted abis terbang dari Lombok dan ada beberapa hal yang rada riweuh, tapi akhirnya bisa dibereskan dengan baik, terkait masalah pekerjaan dan personal.

It was one fine day.

Apr 6, 2015 - Uncategorized    No Comments

Excellent Sacrifice 2015

Hari ini saya sudah transfer excellent sacrifice 2015. Sampai sejauh ini, ini adalah nominal paling besar. Jadi sempat besar, terus menurun, terus naik lagi.

Bagi saya, sacrifice itu harus ada rasa “arrgh” saat kita memberi. Jika tidak ada rasa argh bagi saya bukan sacrifice namanya, hanya sekedar menyisihkan.

Dari dulu, saya selalu berprinsip kalau kasih ke Tuhan dalam bentuk uang, harus selalu lebih meninggi nominalnya.

Misalkan saya kasih persembahan ke gereja biasanya lima ratus rupiah. Nah kebetulan di dompet saya hanya ada pecahan uang seratus dan seribu. Saya akan masukkan ke kantong kolekte sebesar seribu. Kalau tidak ada ongkos pulang saya tidak akan masukkan apapun ke kantong kolekte, dan dihutang sampai minggu depannya.

Biarlah persembahan ini menjadi suatu bau yang harum bagi Tuhan, dan menyenangkan hati Tuhan.

Apr 5, 2015 - Uncategorized    No Comments

Perjamuan Kudus Jumat Agung 2015

Pada Jumat Agung 2015, yang jatuh tanggal 3 April, saya jadi salah satu pelayan Perjamuan Kudus. Saat ditawarkan siapa yang mau dan bisa ikut. Gw langsung jawab : mau dan bisa.

Bagi gw adalah suatu kehormatan banget bisa jadi pelayan Perjamuan Kudus saat Jumat Agung.

Saat jadwalnya keluar, dan gak ada nama gw. Gw langsung complain ke koordinatornya : kok nama saya gak ada? kan saya salah satu yang paling pertama bilang iya.

Tapi ternyata ada kesalahan. Jadi saya tetap masuk ke dalam tim perjamuan kudus.

Adalah suatu kehormatan untuk melayani Tuhan dan jemaat-Nya.

Mar 19, 2015 - Uncategorized    No Comments

Hangat… hangat… hangat…

Pagi ini saya lagi gendong-gendong keponakan saya, Nael sebelum mandi. Lalu lagi asik gendong gitu, di bagian perut atas tiba-tiba gw merasakan ada sesuatu yang hangat. Eh ternyata dia pipis pas di gendong. Kebetulan lagi pakai popok kain.

Peristiwa ini mengingatkan saya pada suatu quote :
“Friendship is like peeing in your pants. Everyone can see it, but only you can feel the true warmth.”

Mar 17, 2015 - Uncategorized    No Comments

It’s a private emotion

Beberapa hari yang lalu saya tidak enak badan. Bulan ini memang padat dengan event gereja. Tapi ini lebih ke beberapa seminar & training yang gw tertarik untuk ikuti. Dan karena kapasitas saya sebagai leader kelompok sel, ada beberapa compliment yang diberikan gereja ke saya.

Kerjaan sendiri belum padat, karena ini awal tahun. Biasanya hectic start bulan juni, puncaknya pas November.

Anyway, hari itu gw sempat mikir : astaga, rajin amat gw ke event gereja.

Dan pas saya pulang ke rumah lebih awal, karena gak enak badan, adek saya yang paling besar bilang gini : “Loe kurangin deh kegiatan gereja.” Dan gw nyengir doank. But I really listen to my family, karena adek gw bersabda seperti itu gw memberikan tiket gratis seminar Rick Godwin dari gereja gw untuk salah satu anak komsel gw. Catet ye cuy :P

Merasa rugi? Gak donk. Gw juga ngerasa gw terlalu sering ke gereja. Sometimes I need time, to be alone with God. Intimacy itu sifatnya private.

Pages:«1...78910111213...162»