Apr 29, 2018 - Uncategorized    No Comments

Iman by Jeffrey Rachmat

Iman adalah pondasi.

Yang paling dalam adalah iman, yang paling luar adalah kasih.

Kalau kita hidup adalah untuk Kristus, mati adalah keuntungan.

Yang penting adalah bagaimana merespon apa yang terjadi atas kita.

Apakah kita akan senang kl ada orang yang datang, hanya utk melihat apa yang ada di tangan kita, tapi tidak mau melihat wajah kita.

Utk mengenal Tuhan secara keseluruhan, kita harus bertobat. Kalau kita dekat dengan Tuhan, Tuhan akan mengekspos dosa kita, untuk kebaikan kita sendiri

Kebaikan kita sebagai orang tua tidak bisa dinilai dari seberapa banyak kita mengabulkan keinginan anak kita.

Kalau kita mengerti karakter Tuhan, iman kita tidak mudah digoyahkan begitu saja.

Jika kita sudah bisa mendapatkan wajah Tuhan, maka kita akan ask for nothing.

Iman tidak mengingkari realita, tapi di saat yang bersamaan juga melihat janji Tuhan.

jika Tuhan bilang : “lepaskan pengampunan utk orang itu”

Tapi Kita jawab : “tapi Tuhan tidak sakitnya seperti apa”

Seakan2 Tuhan menjawab : “karena Aku tau sakitnya apa, maka kamu perlu mengampuni org tsb. Agar kamu dibebaskan dari rasa sakit itu”

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!


− 2 = one