May 22, 2017 - Uncategorized    No Comments

Belati

Gw memperhatikan bahwa semakin sering kita punya kesempatan bertemu dengan orang, semakin banyak konflik, ketersinggungan yang bisa terjadi.

Gw melihat langsung bagaimana perkataan orang bisa menyakiti dan menyinggung orang lain. Dan di posisi gw pun di posisi yang kemungkinan besar bisa tersinggung, dan tersakiti.

Kita membutuhkan kapasitas yang besar, saat belati itu menghujam kita, bagaimana kita bisa ikhlas dan legowo, tidak terlalu mudah tersinggung. Menjadi serupa dengan Kristus, itu adalah tujuan anak-anak Tuhan.

Memaafkan, tanpa perlu orang tersebut meminta maaf. Melepaskan pengampunan sebagai “REFLEKS”, bukan lagi sebagai suatu “perjuangan”.

Biarlah Roh Kudus yang berdaulat penuh atas kita, memampukan kita, memberikan kekuatan dan penghiburan bagi kita.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!


× 6 = fifty four