Feb 2, 2017 - Uncategorized    No Comments

Tidak berhak

Ada seorang anggota komunitas sel bertanya sama saya : “Kak kepikiran gak kak, untuk minta di posisi yang sekarang?”

Gw bingung dengan definisi “posisi sekarang”. Tapi bagi dia, sepertinya posisi : memimpin suatu perusahaan, menjadi ketua komunitas sel, dsb.

Tapi pertanyaan yang bagus memprovokasi kita untuk berpikir dan mengingat. Dan pertanyaan dia memprovokasi saya untuk menggali jawabannya.

Lalu gw jawab : “Enggak. Waktu gw lulus S2, permintaan, kerinduan gw adalah punya perusahaan yang bersih tanpa suap menyuap, bayar pajak dengan taat dan benar. Agar Tuhan dimuliakan melalui perusahaan gw. Kerinduan gw itu. Bukan agar perusahaan gw besar, untung besar, dsb. Karena pemikiran manusia gw, perusahaan bersih tanpa suap menyuap, bayar pajak, pasti pas-pasan aja.”

Dan 7-8 tahun setelah itu, ternyata Tuhan memberkati gw berlimpah-limpah.

Jadi saat gw di titik ini, setelah kejadian yang traumatis, gw bisa tidak ada kepahitan dan kekecewaan pada orang lain, maupun kekecewaan diri sendiri, itu semua karena kasih karunia dan kebaikan Tuhan. Dan gw bersyukur bahwa gw diingatkan visi awal gw.

Aku bersyukur pada-Mu ya Allah, Engkau membuatku seperti sekarang ini. Tapi kadang aku merasa Tuhan terlalu mempercayaiku. It scares me O Lord, that you trust me that much. But I am yours, i have decided to give my devotion to You. Aku ini hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, aku tidak berhak atas diriku lagi, jadilah padaku seturut kehendak-Mu.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!


7 − three =