Dec 23, 2016 - Uncategorized    No Comments

Kerinduan Setiap Umat Beragama

Gw bingung dengan orang yang seagama saya, yang tersinggung dan nyinyir saat tidak diucapkan selamat natal oleh agama lain.
Setiap insan beragama memiliki kerinduan untuk menyenangkan hati pencipta-nya. Salah satunya dengan mengikuti dan menaati apa yang tertulis di kitab suci mereka.
Jika memang “tidak boleh mengucapkan selamat ke umat beragama lain” tertulis di kitab suci mereka, ya kita hormati donk. Kita hormati kerinduan mereka untuk menyenangkan hati Sang Pencipta.
Jika di Alkitab, tertulis hal yang sama “wahai orang Kristen, tidak boleh mengucapkan selamat umat beragama lain”, apa yang akan kita lakukan? Kalo gw, ya gw akan taati Alkitab, gw tidak akan mengucapkan selamat ke umat beragama lain. Tapi kan kebetulan bahwa dalam Alkitab tidak mengatur hal itu.
Apakah gw sedemikian gila hormat, sampai gw mengharapkan selamat natal dari orang lain. Yang ulang tahun siapa, yang mengharapkan selamat siapa.
Contohnya : Gw punya sahabat, muslim taat, dan dia tidak pernah mengucapkan selamat natal ke gw. Dan apa  hal itu merubah persahabatan kami? Tidak sama sekali.
Saya tahu bahwa itu keputusan cukup berat yang perlu dia ambil, untuk tidak mengucapkan selamat natal ke saya. Dan saya menghargai dan menghormati itu.
Plus saya BANGGA punya sahabat yang taat pada kitab suci-nya.
Dan saya tidak akan menambah beban dia dengan tersinggung karena tidak mengucapkan selamat natal ke saya.
Betapa sempitnya kapasitas hati kita, kalau jadi tersinggung/nyinyir karena hal itu.
Saya paling gak suka melihat orang kristen yang selalu merasa bahwa mereka adalah korban.
Kalau kita ingin orang bertoleransi ke kita, bertoleransi lah ke orang lain.
Just 25 cents from me. Dan Anda yang baca ini, tidak perlu setuju sama saya.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!


eight + 4 =