Browsing "Uncategorized"
Apr 16, 2015 - Uncategorized    No Comments

Jangan panik

Kemarin saya ke Lombok, ada cerita menarik saat saya snorkeling.

Saya gak pernah snorkeling yang di tengah pantai, paling pinggir pantai.

Saya bisa berenang, tapi tidak bisa mengapung dalam posisi tegak vertikal dengan kedalaman air yang lebih tinggi daripada saya.

Tapi karena pakai snorkeling dan pakai pelampung, saya bisa ngambang.

Nah waktu itu saya snorkeling, tapi arusnya sedang deras, saya rada terpisah jauh dari kapal. Saya berenang dan mengayuh tapi karena arusnya deras, gak nyampai-nyampai. Paniklah saya. Dan saya melambai-lambaikan tangan. Akhirnya ditarik dengan sama tour leadernya.

Yang menarik adalah kata Tour leadernya yang bernama Pak Jamanik, dia bilang : jangan panik, tenang tenang…

Lalu dia berbicara panjang lebar : ya pokoknya kalau ada kejadian, saya cuma bilang “jangan panik, tenang tenang, jangan panik”. Terus saja saya ulang-ulang, karena orang kalau panik malah akan semakin membahayakan dirinya sendiri.

Insight yang saya dapat adalah saat kita mengalami suatu ujian, atau suatu kondisi yang menimbulkan stress, kita tidak boleh panik, harus tenang. Kalau tidak segala sesuatunya akan bertambah runyam.

Apr 13, 2015 - Uncategorized    No Comments

One Fine Day

I had a great time yesterday.

Exhausted abis terbang dari Lombok dan ada beberapa hal yang rada riweuh, tapi akhirnya bisa dibereskan dengan baik, terkait masalah pekerjaan dan personal.

It was one fine day.

Apr 6, 2015 - Uncategorized    No Comments

Excellent Sacrifice 2015

Hari ini saya sudah transfer excellent sacrifice 2015. Sampai sejauh ini, ini adalah nominal paling besar. Jadi sempat besar, terus menurun, terus naik lagi.

Bagi saya, sacrifice itu harus ada rasa “arrgh” saat kita memberi. Jika tidak ada rasa argh bagi saya bukan sacrifice namanya, hanya sekedar menyisihkan.

Dari dulu, saya selalu berprinsip kalau kasih ke Tuhan dalam bentuk uang, harus selalu lebih meninggi nominalnya.

Misalkan saya kasih persembahan ke gereja biasanya lima ratus rupiah. Nah kebetulan di dompet saya hanya ada pecahan uang seratus dan seribu. Saya akan masukkan ke kantong kolekte sebesar seribu. Kalau tidak ada ongkos pulang saya tidak akan masukkan apapun ke kantong kolekte, dan dihutang sampai minggu depannya.

Biarlah persembahan ini menjadi suatu bau yang harum bagi Tuhan, dan menyenangkan hati Tuhan.

Apr 5, 2015 - Uncategorized    No Comments

Perjamuan Kudus Jumat Agung 2015

Pada Jumat Agung 2015, yang jatuh tanggal 3 April, saya jadi salah satu pelayan Perjamuan Kudus. Saat ditawarkan siapa yang mau dan bisa ikut. Gw langsung jawab : mau dan bisa.

Bagi gw adalah suatu kehormatan banget bisa jadi pelayan Perjamuan Kudus saat Jumat Agung.

Saat jadwalnya keluar, dan gak ada nama gw. Gw langsung complain ke koordinatornya : kok nama saya gak ada? kan saya salah satu yang paling pertama bilang iya.

Tapi ternyata ada kesalahan. Jadi saya tetap masuk ke dalam tim perjamuan kudus.

Adalah suatu kehormatan untuk melayani Tuhan dan jemaat-Nya.

Mar 19, 2015 - Uncategorized    No Comments

Hangat… hangat… hangat…

Pagi ini saya lagi gendong-gendong keponakan saya, Nael sebelum mandi. Lalu lagi asik gendong gitu, di bagian perut atas tiba-tiba gw merasakan ada sesuatu yang hangat. Eh ternyata dia pipis pas di gendong. Kebetulan lagi pakai popok kain.

Peristiwa ini mengingatkan saya pada suatu quote :
“Friendship is like peeing in your pants. Everyone can see it, but only you can feel the true warmth.”

Mar 17, 2015 - Uncategorized    No Comments

It’s a private emotion

Beberapa hari yang lalu saya tidak enak badan. Bulan ini memang padat dengan event gereja. Tapi ini lebih ke beberapa seminar & training yang gw tertarik untuk ikuti. Dan karena kapasitas saya sebagai leader kelompok sel, ada beberapa compliment yang diberikan gereja ke saya.

Kerjaan sendiri belum padat, karena ini awal tahun. Biasanya hectic start bulan juni, puncaknya pas November.

Anyway, hari itu gw sempat mikir : astaga, rajin amat gw ke event gereja.

Dan pas saya pulang ke rumah lebih awal, karena gak enak badan, adek saya yang paling besar bilang gini : “Loe kurangin deh kegiatan gereja.” Dan gw nyengir doank. But I really listen to my family, karena adek gw bersabda seperti itu gw memberikan tiket gratis seminar Rick Godwin dari gereja gw untuk salah satu anak komsel gw. Catet ye cuy :P

Merasa rugi? Gak donk. Gw juga ngerasa gw terlalu sering ke gereja. Sometimes I need time, to be alone with God. Intimacy itu sifatnya private.

Mar 12, 2015 - Uncategorized    No Comments

Kartu Nama

Tersebutlah di suatu waktu, di suatu tempat, gw daftar seminar 2 hari yang harganya cukup mahal. Namun di hari ke-2, saya ada urusan mendadak yang tidak diduga harus ke RS.

Nah setelah urusan di RS selesai, meluncurlah gw hotel berbintang 5 lokasi seminar tersebut. Karena satu dan lain hal, gw nyampe jam 14.15 WIB. Gw cuma expect setidaknya makan snack-nya lah, biar gak rugi-rugi banget gw. Karena saat jam 2 itu harusnya jam snack, lalu lanjut hanya 2 sesi.

Tapi ternyata saat saya datang itu baru mulai lunch, sepertinya ada pergeseran jadwal. Sehingga akhirnya saya bisa mendengarkan total 5 pembicara, menikmati lunch + 1 snack session. Itu keajaiban dan kebaikan Tuhan buat saya.

Anyway, makan lah saya, dan menu slow cooked rib beef-nya enaaaaaaak banget. Asli! Nyam! Ampe nambah gw.

Abis lunch, saya masuk ke ruangannya, dan acaranya masih belum mulai karena banyak yang masih makan di luar. Lalu saya mendengar perbincangan 2 orang yang duduk pas di belakang saya. Yang berbincang ini 1 cewe ama 1 cowo. Biar gampang kita sebut saja “si cewe” dan “si cowo”

Si cewe cerita kalau dia baru balik dari US, dan ada misi untuk membuat telemedicine, sehingga orang-orang yang di Papua bisa mendapat penanganan kesehatan yang lebih baik. Lalu si cowo nanya : lebih enak di Amerika yah, di sini macet di mana-mana.

Dan yang bikin gw surprised adalah jawaban si cewe, dia bilang gini : gak juga, di sini juga enak, kalau kita punya visi yang jelas di manapun akan terasa enak.

Dia omong kalimat tersebut dengan jelas, dan visioner.

Akhirnya di sesi berikut, kami perlu masuk ke ruangan berbeda, dan kebetulan orang tadi duduk 2 kursi di sebelah kiri saya. Karena gw lagi cuek, ya gw diem-diem aja. Eh dia memulai pembicaraan : “dari mana?” dan gw jawab pertanyaannya, lalu dia bilang : “kalau saya baru balik dari US”. Terus gw bilang : iya, gw tau. Tadi gw nguping pembicaraan loe pas sesi sebelumnya.

Terus selagi menunggu sesi tersebut dimulai, kami berbincang-bincang sedikit. Di akhir acara, ada sesi yang tidak ada di dalam jadwal. Sesi tersebut bercerita tentang seorang dokter yang memulai suatu gerakan untuk mengurangi penyakit mata (kebutaan) di seluruh pelosok India, terutama pelosok terpencil. Dan ini bukan lagi sekedar visi, orang india tersebut sudah mengimplementasikannya.

Pernah gak sih loe sering dengar tentang visi seseorang? Dan seketika itu yang kita dengar itu sekedar visi, mimpi yang sepertinya jauh banget untuk terwujud. Tapi saat si dokter india ini berbicara, gw melihat suatu contoh nyata bagaimana sebuah visi tersebut sudah diwujudkan.

Dan kebetulan ini mirip sama orang yang baru balik dari US.

Sebelum acara penutupan, gw sudah mau pergi, takut macet. Dan sebelum gw beranjak, gw colek tuh orang dan gw bilang ama dia : “Loe akan minta kartu nama tuh orang India kan, sebelum loe pulang?” And with a big smile, dia mengangguk.

Mar 8, 2015 - Uncategorized    No Comments

Tanda Lahir

Saat keponakan pertama saya lahir, saya lihat saat dia masih baru 20-30 menit dilahirkan. Di tubuh dia tuh banyak tanda lahir kebiru-biruan. Gw sempet rada bingung sih itu banyak banget biru-birunya. Gw belum sempat menyadari bahwa itu tanda lahir. Saat adek gw menyebutnya sebagai tanda lahir, baru lah gw ngeh. Dan seiring waktu, tanda lahir itu perlahan-lahan ternyata akan menghilang.

Menurut gw “tanda lahir” adalah ide simple tapi sangat jenius. Coba bayangkan puluhan/ratusan tahun ke belakang saat sistem penanda bayi belum begitu canggih. Kalau sekarang kan di RS, saat baru lahir, bayinya langsung dikasih gelang penanda identitas. Bahkan sampai sekarang “tanda lahir” alami adalah hal penting untuk melihat bayi kita adalah benar bayi kita/bukan.

“Tanda lahir kebiru-biruan” adalah ide simple dari Tuhan tapi sangat jenius.

Mar 4, 2015 - Uncategorized    No Comments

Emang gak bisa?

Ini percakapan terjadi dalam suatu email.

X : Ini bisa gak yah ABC, jadi jangan DEF?
Y : Ooo, gak bisa. Harus DEF, gak bisa ABC karena bla bla bla.
X : Oh gitu, jadi harus DEF yah… Emang gak bisa ABC?
Y : @#%$#@$@#$

Feb 20, 2015 - Uncategorized    No Comments

Nomor Antrian E070

Hari ini saya pergi ke RS. Sebelumnya saya sudah minta staf saya yang serba bisa itu, untuk daftarin saya by phone untuk appointment dokter.

Tiba di RS, saya harus antri utk registrasi lagi. Dan ternyata RS-nya sudah penuh, dan bagian pendaftaran juga sudah penuh sekali.

Saya ambil nomor, sambil menunggu dengan sedikit tidak sabar. Nomor saya E071.

Akhirnya saya nunggu sambil berdiri sambil celingak celinguk ke sekeliling, lalu pandangan saya jatuh ke seorang ibu muda umurnya sekitar 20an yg menggendong anaknya. Bajunya lusuh sekali. Baju layak pakai sebenarnya, tapi keliatan kl itu baju lama. Dan dia juga masih nunggu antrian tapi celingak celinguknya itu kayak orang yang gak pernah ke RS besar sebelumnya. Saya sih tadi predict pekerjaan dia itu pemulung. Dan saat dia berbalik, anaknya keliatan. Dan terlihat kalau hidung anaknya itu kayak habis dijahit gitu, masih ada luka dan darahnya sedikit. Karena dia juga sepertinya lagi kebingungan nunggu antrian, gw intip deh nomor antrian dia, dia punya nomor E070.

Mungkin dia gak pengalaman ke RS yang sistem atriannya udah computerized, jadi dia tampak sedikit gelisah karena kayaknya dia pengen buru-buru ketemu dokternya.

Dan melihat dia dan anaknya, seketika itu juga gw luluh. Yang tadinya pengen cepet-cepet daftar, akhirnya gw bisa lebih santai menunggu. Toh ada orang yang lebih terburu-buru pikir gw….

Dan E068 dipanggil, lalu E069, dan tibalah giliran ibu muda tersebut, E070 dipanggil. Tapi dipanggil kok gak ada, gw mencari ke sekeliling ruangan gak ngeliat. Kan kasian kl dia gak nyadar dipanggil, terus kelewat. Tadinya gw mau colek ngasih tau kl udah giliran dia. Tapi gw tidak bisa menemukan dia.

Namun ternyata ada orang lain yang sepertinya menyadari keberadaan ibu muda ini, dan sama kayak gw kayaknya dia ngintip nomor antrian ibu ini, dia juga nyari dan dia yang bisa menemukannya dan ngasih tau kl itu udah giliran dia.

Akhirnya si ibu muda ini dapat antrian dia tanpa kelewat, dan setelah dia, gw baru daftar lagi.

Mungkin ini terlihat simple yah. Tapi tidak ada yang terlalu simple dalam care. Ada seseorang yang bilang seperti ini : misal ada kawasan kurang gizi dalam suatu desa terpencil. Mereka butuh pasokan susu untuk anak-anak di sana. Tidak perlu punya aset milyaran untuk membantu. Kalau denger itu, pikiran kita itu mengawang-ngawang dalam memvisualisasikan caranya gimana biar kita bisa bantu.

Sebenarnya simple saja kok : beli susu 10 kaleng, beli gelas, buka susunya, dituangkan ke gelas, kasih air putih yang matang, aduk dengan sendok. Lalu panggil anak-anak untuk kumpul di satu rumah, lalu suruh minum. Simple kok.

Dan satu hal lagi, ibu muda ini spesifik menyebutkan 1 nama dokter saat daftar di RS. Feeling gw dokter ini sebelumnya gratis ngasih biaya konsultasi ke ibu ini.

Kita ini bisa pelit/berhemat untuk diri sendiri, tapi perlu murah hati jika memberi ke orang lain. Kita diberi untuk bisa memberi.

Pages:«1...78910111213...144»